Thursday, May 7, 2015

Tadabbur Surat Al-Furqan ayat 15

Pada surat Al-Furqan Allah berfirman,

 قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚكَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا

Katakanlah: "Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?" Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?"
(QS Al-Furqan : 15)

Pada ayat ini, Allah mengatakan surga menjadi tempat kembali untuk kita. Tempat kembali maksudnya adalah sebelumnya kita pernah berada di tempat tersebut, kemudian pergi dari tempat tersebut dan akhirnya kembali lagi ke tempat tersebut.
Lalu mengapa tempat kembali ? Apakah kita pernah ke surga lalu melakukan perjalanan ke bumi ?

Ingatlah saudaraku bahwa asal mula manusia adalah dari surga, yaitu nabi Adam 'alaihissalam yang bersama Hawa berada di surga, sebelum kemudian digelincirkan oleh setan
untuk memakan pohon terlarang.

 قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

“Kami berfirman:"Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS Al-Baqarah : 38)

Lalu mengapa kita akan kembali ke surga, sedangkan kita hanya keturunan beliau ?

Pada surat Al-A'raf Allah berfirman.

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS Al-A'raf : 172)

Sehingga dari ayat ini, Allah menyatakan bahwa kita berasal dari tulang sulbi nabi Adam dengan fitrah bahwa sebenarnya kita islam dan kita sudah bersaksi kepada Allah
di alam ruh bahwa Allah adalah Tuhan kita dan kita tidak akan menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Sehingga memang semua manusia asal mula adalah dari tulang sulbi Adam, sehingga sebelumnya kita berada di surga.

Maka kesimpulannya adalah fitrah manusia adalah berada di surga. Itu tempat asal dan tempat kembali kita. Kita harus berusaha untuk kembali ke surga sebagai tempat persinggahan terakhir. Sehingga dunia sebenarnya bukan tempat yang sesungguhnya. Dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Persis seperti apa yang Rasulullah katakan,

Dari Abdullah bin Mas’ud , beliau menceritakan bahwa Rasulullah tidur di atas tikarnya. Tikar itu pun membekas di lambung beliau yang mulia. Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami buatkan kasur untukmu?” Beliau ` pun menjawab:
مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir  yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.” [H.R. At-Tirmidzi].


Hadits diatas mirip sekali seperti kasus dimana orang yang sedang dalam perjalanan lalu akan kembali lagi ke tempat asalnya. Maka berbekallah saudaraku dengan bekal taqwa. Karena perjalanan untuk kembali ke surga sangat berat. Terlalu banyak rintangan yang akan menghadang. Hanya orang tertentu yang dapat melewatinya.

Rasulullah juga bersabda,

“Jadilah engkau di dunia ini layaknya seorang asing atau penyeberang jalan.” [H.R. Al-Bukhari dari Ibnu Umar].

Sehingga saudaraku, marilah kita mengubah mindset kita bahwa dunia bukanlah tempat abadi. Ini hanya persinggahan sebentar, sangat sebentar menuju akhirat.

Dunia adalah tempat beramal, dan di akhirat tempat menuai hasil usaha kita di dunia. Maka mari bersama-sama menuju ke tempat kembali kita yang abadi di akhirat, surga.

Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment