Friday, November 16, 2012

Sabilil mujrimin atau sabilil mu'minin ?

Sesungguhnya ada 2 jalan yang menentukan kehidupan kita, yaitu

1. Sabilil mu'minin : jalan - jalan orang mukmin, yang mengikuti jejak Rasulullah SAW dan sesuai dengan islam yang benar
dalil : QS At - Taubah : 71
 "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at pada Allah dan Rasul-Nya Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

2. Sabilil mujrimin : jalan - jalan orang pembuat dosa, dapat berupa orang - orang kafir, fasik, dzalim dan munafiq, serta ahlul bid'ah yang merusak agama


Menurut imam al-auza'i, ada 5 hal yang harus kita lakukan yang menjadikan pembeda kita dengan sabilil mujrimin. 5 hal itu adalah :
1. Berpegang dengan i'tizam jama'atul muslimin, tidak memisah dengan kaum muslimin, untuk menjalankan islam dan saling bersaudara dalam islam
orang - orang mumin tidak terikat dengan golongan madzhab dan fanatisme golongan, sehingga sabilil mu'minin harus mempersatukan umat islam dengan tauhid yang benar
2. Menegakkan sunnah, jangan jauh dari sunnah Rasulullah saw bila kita ingin mengikuti sabilil mu'minin, karena itu kita harus mencoba melakukan sunnah Rasulullah saw, walaupun itu sulit
3. Tilawatul qur'an, selalu berpegang dengan al-qur'an, membaca al-qur'an dan mempelajari qur'an. Orang-orang mukmin adalah orang yang apabila ditanya selalu berargumentasi dengan al-qur'an, sesuai dengan al-qur'an
4. Bergerak ke arah mesjid
Orang - orang mukmin, dengan jalan sabilil mu'minin selalu mengisi kegiatan - kegiatan keislaman di mesjid, karena berbagai kegiatan di mesjid merupakan kegiatan rutin sahabat Rasulullah saw
Karena itu, bila orang - orang yang fanatik terhadap golongan, bila tidak menyuarakan islam dari mesjid, itu perlu dipertanyakan apakah jalan tersebut lurus atau tidak
5. Jihad fii sabilillah
Jihad di jalan Allah merupakan implementasi dari keimanan, karena itu merupakan puncak dari agama islam. keimanan seseorang bisa dilihat dari apakah orang itu mau untuk berjihad di jalan Allah atau tidak, baik dengan harta maupun jiwanya.
Karena itu, tidak mungkin iman yang benar bila tidak melahirkan jihad fii sabilillah

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita kepada jalan orang mukmin (sabilil mu'minin) dan menghindari kita dari sabilil mujrimin atau jalan pembuat dosa.

"diambil dari tausiyah akidah 'kajian iyya ka na'budu wa iyya ka'nasta'in' ke 189 oleh ustad farid ahmad okbah pada kajian radio dakta, dengan sedikit perubahan oleh saya"