Saturday, May 16, 2015

Bersikap Tawadhu'

"Makin Berisi, Makin Merunduk" 

Itulah ungkapan yang biasanya ditujukan kepada seseorang yang mulia. Ya, seseorang yang sebenarnya memiliki harga diri yang tinggi, memiliki kualitas yang mumpuni, memiliki kemampuan dan skill yang luar biasa, memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain, namun di hadapan manusia merendahkan dirinya, tidak merasa lebih hebat atau lebih tinggi dari manusia lainnya. Itulah orang tawadhu'.

Rasulullah bersabda "Tiada seorang pun yang berlaku tawadhu' karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan kedudukannya. Dan tiada seorang pun yang ambisi terhadap ketinggian di dunia, melainkan Allah apsti akan menghinakan dan merendahkannya." (Al Hadits)
Hadits diatas dilatarbelakangi oleh kejadian dimana unta Rasulullah yang bernama Al-'Adhaba kalah balapan dengan unta milik Badui, lalu sahabat menjadi jengkel karena unta tersebut sebelumnya tidak pernah kalah.

Wahai saudaraku, tawadhu'lah, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu. Apabila engkau menghendaki ketinggian, maka Allah akan merendahkamu. Hiduplah di tengah manusia dengan rendah hati dan tidak merasa tinggi. Ingatlah bahwa semua ini adalah milik Allah, semua yang kita miliki berhak Allah cabut kembali bahkan apabila Allah berkehendak kita tidak memiliki apa-apa lagi, maka Allah dapat melakukannya. Jangan merasa hebat, jangan merasa menonjolkan diri, apalagi meremehkan saudaranya sesama muslim. Karena Rasulullah bersabda :

"Cukuplah seseorang itu disebut berbuat jahat apabila ia meremehkan saudaranya sesama muslim" (HR Muslim)

Subhanallah, kita telah berbuat jahat, telah menjadi penjahat apabila kita meremehkan saudara sesama muslim. Karena itu jadilah orang bijak. Dimana apabila dia bertemu siapapun, dia merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan orang tersebut. Seperti perkataan seseorang "Apabila kamu bertemu orang yang lebih muda dari dirimu, katakanlah 'sungguh orang ini lebih sedikit berbuat dosa dibandingkan aku'. Namun apabila kamu bertemu orang yang lebih tua darimu, katakanlah 'sungguh orang ini telah mendahuluiku dalam beramal dan berbuat kebaikan'"

Lihatlah bahwa Allah juga berfirman dalam banyak ayat dengan makna yang sama, pada salah satu ayat yang artinya adalah sebagai berikut :

".....Allah tidak mencintai orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS Al-Hadid : 23)


Saudaraku, bisa jadi orang yang engkau remehkan adalah singa perkasa, yang nilainya di mata Allah sebanding dengan seluruh manusia di bumi yang seperti dirimu !
Sebagaimana sabda Rasulullah :
Ketika itu beliau bertanya kepada para sahabat di sampingnya tentang seorang lelaki yang lewat dihadapannya, "Bagaimana pendapatmu tentang orang itu?" Maka mereka menjawab "Orang itu layak, apabila meminang diterima pinangannya, apabila berkata didengar perkataannya, apaila memerintah ditaati perintahnya". Kemudian ada seseorang lain yang lewat bajunya lusuh, penampilan tidak menarik perhatian, lalu beliau bertanya kembali "Apa pendapat kalian tentang orang ini ?" Lalu mereka menjawab "Orang itu pantas, jika berbicara tidak didengar perkataannya." Lalu Rasulullah bersabda "Orang itu lebih baik dari sepenuh bumi semisal orang tadi" (HR Bukhari)

Masya Allah ! Berkata para ulama dan fuqaha "Tidak ada dua jenis sesuatu yang sebanding dengan seribu atau beribu-ribu dengan yang lain kecuali pada manusia. Terkadang seorang manusia bisa sebanding dengan sepenuh bumi orang yang sejenisnya.
-------------------------------------------

Saudaraku, karena itulah betapa pentingnya bersikap tawadhu di hadapan manusia. Ingatlah Allah menciptakan manusia berbeda-beda, terdapat kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Maka janganlah melihat kekurangan orang dan melihat kelebihan diri sendiri, tetapi lihatlah kekurangan diri kita dan lihat kelebihan orang lain, sehingga kita menjadi tawadhu', dan Allah pun akan mencintai kita dan meninggikan derajat kita dihadapan para makhluknya, in syaa Allah.

Wallahu a'lam

Dikutip dari buku Tarbiyah Jihadiyah jilid 1, karya DR. Abdullah Azzam dengan tambahan

No comments:

Post a Comment