--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dalam teknik presentasi, terdapat 3 pilar utama, yaitu :
1. Self mastery (menguasai diri)
Terdapat 4 poin penting penguasaan diri saat presentasi, yaitu :
a. Position (Posisi tubuh)
Posisi tubuh harus :
-open stance (terbuka, berani, rileks, jangan tegang)
-forward lean (sesekali condongkan badan ke depan, apabila memungkinkan ada interaksi seperti sentuhan kecil ke audiens)
-no frozen in one spot (tidak monoton posisi, keep moving. hal ini digunakan agar audiens tidak ngantuk. tapi gerak jangan terlalu banyak)
Mengapa penting posisi tubuh saat presentasi ?
-Being in the moment, artinya audiens harus merasa bahwa presenter hadir di tempat. bukan hanya hadir fisik,tetapi juga atensi/perhatian audiens. presenter harus dapat dilihat oleh semua audiens
-Build connection, artinya bangun dan ambil koneksi dan perhatian audiens, sehingga audiens merasa terkoneksi dengan baik. Bila makin terkoneksi dengan audiens, maka kita akan lebih mudah mengambil hati audiens (PENTING)
b. Hand Gesture (gerakan tangan)
Mengapa penting hand gesture ?
-memperjelas kata-kata, sesuatu yang ingin dijelaskan
-menekankan poin-poin penting
-tangan di sisi tubuh akan membuat kita terlihat kaku, formal, dan agak aneh
Gerakan/isyarat tangan harus :
-mengandung arti - arti tertentu, jangan tanpa makna
-gunakan dengan antusias
-bila menunjuk, gunakan telapak tangan terbuka (universal presentation), hindari dengan telunjuk atau jempol kecuali kondisi tertentu
-hindari gerakan berulang, karena tidak ada arti dan membosankan
'
c. Eye Contact (Kontak Mata)
Merupakan komunkasi 2 arah, pesan akan dipahami audiens, sebagai umpan balik presenter dan getting attention audiens
Lihat audiens, bila banyak maka lihat ke tengah - tengah bagian tersebut
Kontak mata harus :
-tidak melihat pada satu titik, lihat mata audiens agar koneksi dengan audiens terbentuk, dan audiens tidak bosan
-lihat antara mata dan hidung, hindari lihat bagian tubuh yang sensitif dari audiens/listener
Hindari kontak mata lemah (tidak ada relasi, tidak ada umpan balik, terlihat menghindar)
Cara eye contact : see-lock-leave
d. Voice (Suara)
Terdapat 4 poin :
-Tone (volume harus diatur, besar/kecil)
-Intonasi (tinggi/rendah, tinggi untuk penekanan hal-hal penting)
-Pitch &Pause (atur posisi mic dari mulut)
-Speed (kecepatan berbicara dikendalikan)
2. Audience Mastery (Penguasaan Audiens)
Terdapat 2 poin penting pada penguasaan audiens :
a.handling difficult question (mengendalikan pertanyaan - pertanyaan sulit)
Pemahaman : tidak ada yang sulit, tapi pertanyaan belum tau
-Kuasai materi, agar dapat menjawab pertanyaan
-Pahami pertanyaan, konfirmasi ke penanya bila kurang paham, atau tanya lagi
-Berterimakasih kepada penanya (menghargai penanya)
-Tetap tenang dan positif thinking (jangan su'udzan terlebih dulu bahwa penanya benci atau ingin menjatuhkan kita, tetap husnudzan)
-Jangan khawatir, tarik nafas (santai, disela dengan minum dulu, tarik nafas)
b. Time management
-Rencanakanlah waktu lebih sempit dari waktu yang telah disediakan
-Harus tau pesan - pesan inti, mana yang must (penting dan harus disampaikan), should (sebaiknya ditayangkan, namun dalam darurat boleh dihilangkan), dan good (bagus diinformasikan)
-Konsep elevator test, harus siap kalau audiens hanya punya waktu sempit (seperti orang sibuk), seperti minta waktu cuma 5 menit untuk bicara HANYA konten inti yang ingin disampaikan, atau bicara sambil jalan di elevator. Karena itu penting mengetahui pesan inti yang ingin disampaikan
3. Content Mastery (Penguasaan Konten Presentasi)
Terdapat 2 konsep penting :
a. Aeroplane concept
-layaknya pesawat, presentasi kita harus mulus mulai dari take off, fly, and landing (harus ada opening, content, dan closing)
-Buka suatu presentasi dengan cerita yang menarik berhubungan dengan konten, untuk menarik perhatian dan membangun koneksi, bisa juga dengan pengalaman/experience
-Closing diakhiri dapat berupa simpulan, menyediakan tanya jawab, atau diskusi antar audiens/sharing
b.Design presentation
4 poin penting desain presentasi yang ditampilkan :
i.basic idea, merupakan tujuan utama dibuatnya presentasi, ide dasar, latar belakang,pondasi
Terdapat 3 poin penting :
-restraint (bagaimana kita membuat atau membungkus presentasi)
-simplicity (kesederhanaan, simpel tapi elegan)
-naturalness (alami)
ii.BIG picture, merupakan gambaran besar presentasi yang ditampilkan
iii.Details, perincian dari poin - poin penting presentasi,
iv.Example, beri contoh, analogi agar lebih paham
Tips desain presentasi yaitu :
-wrap up powerful, ringkas poin penting yang telah dijelaskan, tariklah kesimpulan
-jangan terlalu banyak kata - kata, karena kita bukan mengcopy dokumen tapi presentasi. Powerpoint artinya poin-poin yang memiliki power/kekuatan tertentu, maka gunakan kata/kalimat simpel tapi penting
-gambar harus sesuai dan relevan dengan konten/kalimat
-bila menyediakan tabel, grid dibuang, fokus data (jangan semua data ditampilkan, yang penting saja)
-gunakan warna atau gambar yang memancing perasaan audiens
-1 gambar bisa menggambarkan banyak hal, tergantung bagaimana mendeskripsikan
-kontras (hurufnya dibedakan, bila butuh penekanan maka gunakan huruf yang fontsize besar)
-background gunakan warna biru, ungu, atau hijau (COOL)
-alignment & proximity (tata letak kata-kata, rata kiri/kanan, kedekatan kata-kata yang sama)
-gunakan font sans serif seperti tahoma/arial, karena hurufnya rata, tidak seperti times new roman yang ujung2nya lancip, sehingga mengesankan tidak kelihatan
-tidak harus menggunakan grafik 3D, tidak harus menggunakan pie-chart, yang penting pesan tersampaikan
No comments:
Post a Comment