Wednesday, October 31, 2012

Wahai Saudaraku, Kemana Islammu ?


Wahai saudaraku, Kemana Islammu ?

Miris..
Saya miris, benar-benar miris.
Indonesia, yang katanya negeri yang penduduknya paling banyak beragama islam..
Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW dengan perjuangan yang tidak ada bandingannya
Islam yang merupakan rahmatan lil 'alamin
Tapi kenyataannya?
1. Kemaksiatan dimana-mana
2. Korupsi merajalela (katanya 5 negara terbesar terkorup, wallahu 'alam)
3. Remaja 'pacaran', pegangan tangan, ciuman, dan seterusnya (nggak perlu dibilang)
4. Pencurian, perampokan, pemerkosaan dimana-mana
dan banyak lagi,
dan percaya atau tidak, (wallahu a'lam) kebanyakan orang yang melakukannya justru orang islam.
Masyaa Allah, na'udzubillah min dzalik

Ikhwani wa Akhwati barakallahu fikum (insyaa Allah)

Tidak seringkah kita lihat, remaja - remaja lebih senang ke mall-mall atau diskotik dibandingkan ke masjid untuk shalat berjama'ah ?
Tidakkah kita lihat kenyataan, bahwa remaja - remaja lebih senang mendengarkan musik mello atau rock dibandingkan mendengarkan bacaan Kalamullah Al-Qur'anul Karim ?
Tidakkah kita perhatikan, remaja - remaja lebih senang menonton film di bioskop atau film-film barat (yang banyak maksiatnya) dibandingkan membaca Al-Qur'an ?
Tidakkah kita saksikan, bahwa remaja - remaja lebih senang pacaran lalu gonta-ganti pacar (bahkan membanggakan durasi pacaran dan pernah pacaran berapa kali), dibandingkan menikah ??

Tahukah kalian saudaraku, bahwa mall dan diskotik adalah tempat kesenangan setan ?
Tahukah kalian saudaraku, bahwa shalat berjama'ah tepat waktu ke masjid adalah wajib untuk laki-laki ? (perempuan disunnahkan untuk shalat tepat waktu di rumah)
Tahukah kalian saudaraku, bahwa musik untuk hiburan adalah haram, karena itu akan membawa pendengarnya untuk lalai dari mengingat Allah ?
--Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)--
Tahukah kalian saudaraku, bahwa tiap-tiap huruf pada Al-Qur'an yang kita baca atau kita dengarkan insya Allah akan bernilai 10 pahala di sisi Allah ?
Tahukah kalian saudaraku, bahwa Allah mengharamkan kita untuk mendekati zina (ex : pacaran) karena mampu membawa kita perlahan-lahan menuju perzinaan ?
Tahukah kalian saudaraku, bahwa menikah adalah sunnah dan apa yang kita lakukan dengan istri yang halal insya Allah menjadi pahala ?

Pada salah satu diskusi saya dengan teman saya (semoga Allah memberinya petunjuk dan kemudahan), menyadarkan saya satu hal,
bahwa faktor keturunan dalam islam kita tidak menjamin kita untuk masuk surga atau berada pada jalan yang benar.
namun hanyalah berkat rahmat dan hidayah dari Allah, yang akan membuat faktor islam keturunan (dari orangtua) itu berubah menjadi islam yang sebenar-benarnya.
Islam yang rahmatan lil 'alamin
Coba kita lihat, memang di Indonesia paling banyak beragama islam.
namun apakah itu menjamin kita masuk surga apabila kita islam ?
TIDAK ! TIDAK SAMA SEKALI !
bagaimana kita bisa masuk surga, kalau kehidupan kita tidak dibangun dengan akidah yang benar, perilaku dan akhlaq yang baik, syari'at islam belum ditegakkan, dan lain sebagainya ?
Hanyalah hidayah dan kehendak Allah, yang membuat kita mampu mencapai surga-Nya yang kita damba-dambakan, karena itu teruslah meminta petunjuk dan surga kepada Allah




Saat kita belum dewasa, mungkin islam kita memang islam keturunan
namun saat kita telah dewasa, kita telah mampu untuk memilih dan berpikir, mana jalan yang paling baik untuk ditempuh.
Coba kita lihat realita, para mu'allaf yang dahulunya non-islam, mereka seolah-olah lebih baik dari kita.
Mengapa ? Karena mereka adalah para pencari kebenaran yang telah diberi hidayah oleh Allah, yang bekerja keras untuk mencari jalan yang paling lurus, paling benar untuk ditempuh
Sedangkan kita, yang sudah islam dari keturunan, merasa sudah cukup dengan islam yang biasa saja.
"yang penting shalat, yaa telat gapapalaah, ngaji sebulan sekali boleh, infaq 1000 aja cukup pas jum'atan, pacaran gapapalah kan (katanya) menjaga diri ga bakalan ngapa-ngapain, nyontek gapapalah yang lain juga kok, nuntut ilmu agama lain kali ajalah ya kan lebih penting pelajaran"...

tidak saudaraku, kita hidup di dunia ini harus berislam secara benar
menuntut ilmu agama itu lebih penting daripada ilmu untuk kehidupan dunia
dunia ini hanyalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk menuju pada kehidupan sebenarnya yang kekal abadi selama-lamanya di akhirat.
Kita diciptakan oleh Allah karena kita diuji oleh Allah, agar kita berlomba-lomba dalam kebaikan, siapa yang paling baik amalnya di dunia ini, dan menyembah hanya kepada Allah semata.
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)


Wahai saudaraku..
Allah menghendaki kita berislam secara kaffah (keseluruhan)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Saat ini, kita berada dalam zaman,
zaman dimana kemaksiatan merajalela.
Dimana kemaksiatan itu kokoh bagaikan api besar yang mampu melahap apa saja.
Hanyalah air yang mampu memadamkan api itu. air jernih. keislaman yang sebenarnya.
Marilah kita cari cara berislam yang benar saudaraku
Allah telah memberikan nikmatnya kepada kita berupa islam yang telah kita miliki sejak lahir, tinggal kita kembangkan agar islam itu menancap dalam diri kita
islam yang sebenarnya, yang diridhai oleh Allah
Agar kita mendapatkan cinta dari Allah, dan agar Allah menyebutkan nama kita dihadapan seluruh penduduk langit, bahwa Allah mencintai kita :)




----------------------------------------------------------------------------------------------------

Kebenaran hanya milik Allah semata, penulis bukanlah seorang mufti yang tanpa salah, mohon koreksinya apabila ada yang bertentangan, dan saya berlepas diri dari kesalahan yang saya tulis yang bertentangan dengan qur'an dan sunnah
Wassalam

No comments:

Post a Comment